MAU BELI KOK DIUSIR..

oleh Diah E.

(Tema : Prasangka dan Deskriminasi)

 

Salah satu masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat kita adalah prasangka yang menimbulkan diskriminasi. Sebagai contoh seorang pemilik lahan dari desa yang datang ke kota dengan pakaian sederhana yang biasa digunakannya dan membawa tas dating ke sebuah showroom mobil. Maka tidak jarang satpam mengusirnya karena dianggap sebagai orang yang tidak pantas. Kalaupun lolos dari satpam , ketika datang ke meja sales disaat yang sama ada orang kota dengan gaya necis yang juga ingin mebeli mobil pasti sang sales akan menyambut orang kota tersebut jauh lebih hangat dan ramah dibanding sang pemilik lahan tadi. Hal tersebut terjadi karena adanya prasangka masyarakat bahwa “tidak mungkin orang model begini akan membeli mobil” , padahal di dalam tasnya  terdapat uang cash untuk membeli mobil sedangkan orang kota yang necis tadi hanya berkeinginan untuk membeli mobil dengan kartu kredit. Kalaupun dilayani, tak jarang mereka melayani dengan jutek agar pelanggan itu menjadi tidak nyaman dan pergi (mengusir secara halus).

Kasus – kasus seperti itu tidak hanya terjadi pada showroom mobil tetapi juga seing terjadi pada pusat – pusat perbelanjaan di kota, khususnya kota – kota besar. Bahkan di toko perhiasan tak jarang pelayan mencurigai pelanggan yang datang ketika mereka berpakaian sederhana.

Masyarakat kita cenderung menilai sesuatu dari penampilahnya saja. Mereka tidak berusaha mencari tahu lebih mendalam terlebih dahulu sebelum berprasangka. Semakin modis penampilan seseorang menunjukkan kesuksesan orang tersebut. Demikian pula sebaliknya semakin sederhana penampilannya menunjukkan tingkat ekonominya. Akibatnya sering orang mencari peluang untuk melakukan penipuan dengan bergaya keren layaknya orang sukses dan banyak korban yang tertipu hanya dengan melihat penampilannya.

Penampilan menentukan prasangka masyarakat terhadap seseorang. Dengan prasangka itulah, masyarakat memutuskan sikap yang diberikan kepada orang tersebut, hangat atau di diskriminasikan. Untuk itu, perlu ditingkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih menghargai orang lain bagaimanapun penampilannya. Perlu adanya kesadaran bahwa manusia itu semua sama. Mereka sama – sama diciptakan  dari tanah dan akan kembali ke tanah. Selain itu, perlu ditanamkan bahwa kesuksesan seseorang tidak dapat diukur dengan seberapa mahal benda – benda yang digunakannya karena dimasa sekarang ini benda mahal pun dapat dengan mudah diperoleh menggunakan kredit. Perlu ditingkatkan rasa menghargai upaya orang lain tidak hanya dari hasil yang diperoleh. Dengan demikian prasangka buruk yang sering muncul kepada orang – orang yang sederhana tersebut dapat dikikis perlahan, sehingga perlakuan diskriminasi dapat dihentikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: