SUDAH GEDE KOK GAK TAHU SOPAN SANTUN…

oleh Diah E.

(Tema : Pemuda dan Sosialisasi)

 

Masa muda adalah masa yang paling menyenangkan. Di masa – masa inilah seorang remaja dapat mengekspolasi seluruh kemampuannya, melakukan apa saja dan berjuang menjadi apa saja yang mereka inginkan. Namun, dibalik kebebasan tersebut pastilah ada aturan – aturan (norma) dalam masyarakat yang harus mereka patuhi salah satunya sopan santun. Hal inilah yang sering dianggap membatasi kebebasan remaja.

Dulu, seorang anak (remaja) sangat takut kepada orang tua. Mereka sangat menghargai orang tua sebagai seorang sosok yang bijaksana bagikan sang raja. Segala yang diperintahkan orang tua khususnya sang ayah adalah perintah yang harus diikuti. Tidak hanya dengan orang tua kandung, namun juga kepada orang yang lebih tua mereka sangat menghargainya. Tidak boleh keluar malam – malam khususnya bagi wanita karena dianggap anak nakal, bicara harus menatap mata lawan bicara, tidak boleh mengangkat kaki ketika makan, tidak boleh melipat kaki ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, tidak boleh berbicara keras dan kasar kepada orang yang lebih tua, tidak boleh menyebut “aku” – “kamu” saat bebebicara dengan orang yang lebih tua tetapi “saya” dan “anda” dan lain sebagainya merupakan suatu norma yang harus dipatuhi remaja.

Namun, tampaknya fenomena tersebut sudah bergeser. Sopan santun kepada orang yang lebh tua baik dalam keluarga dan masyarakat bukan lagi hal utama yang harus dijaga. Perkembangan teknologi, kemajuan jaman, dan perubahan pola piker masyarakat membuat mereka berfikir dan bertingkah laku dengan lebih bebas. Keluar malam dan nongkrong bersama teman hingga larut malam, berbicara dengan orang yang lebih tua sambil mendengarkan musik dengan earphone, mengangkat kaki ketika makan dan berbicara kepada orang tua, tidak menatap mata orang yang diajak bicara, berbicara keras bahkan membentak orang yang lebih tua, mengatakan “aku”-“kamu” bahkan “lo”- “gue” kepada orang yang lebih tua dianggap wajar saat ini.

Bagi orang “jaman dulu” hal – hal tersbut dianggap tidak sopan beberapa dianataranya bahkan marah. Namun, bagi orang tua “modern” saat ini hal tersebut tidak diambil pusing, mereka berasumsi bahwa hal – hal tersebut merupakan hal yang wajar. Fenoena inilah yang semakin menimbulkan jurang pemisah antara remaja dan orang yang lebih tua.

Kurangnya sosialisasi orang tua kepada anak – anak tentang cara bertindak dan bertingkah laku dalam masyarat juga merupakan faktor utama perilaku kurang sopan tersebut. Remaja pun berfikir itu merupakan hal yang wajar karena seluruh teman – temanya melakukannya. Jika dibiarkan masalah ini semakin memperdalam jurang pemisah antara generasi muda dan generasi tua sehingga sering menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Beberapa diantara generasi tua tersebut akhirnya memilih untuk mengikuti dan membiarkan masalah “ketidak sopanan” itu terjadi dengan alas an terlalu sayang kepada sang anak.

Untuk itu perlu adanya kesadaran bersama anatara generasi muda dan generasi tua untuk saling mengerti dan mencari jalan yang tengah yang terbaik dalam bertingkah laku. Sebagai generasi tua, orang tua hendaknya memupuk sopan santun anak sedari kecil dan selalu mendampingi dengan memberikan sosialisasi cara bertingkah laku saat sang anak masuk dalam lingkungan bermasyarakat. Tetap memberikan batas – batas kepada sang anak terhadap apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak dapat dengan tetap memberikan kebebasan mereka untuk bertindak dapat membantu menengahi masalah dan mengurangi “ketidaksopanan” yang terjadi. Sebagai generasi muda pun, harus ada kesadaran bahwa mereka tinggal dalam masyarakat yang menjunjung tinggi nilai – nilai dan norma sopan santun, sehingga dapat lebih mengendalikan diri dalam bertingkah laku dan akhirnya dicapai suatu kebebasan yang bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: