AGAMA MEMBUATKU TENANG BUKAN KETAKUTAN….

(Tema : Agama dan Masyarakat)

Oleh Diah E

 

Isu agama memang tidak lepas dari kehidupan bermasyarakat. Sering kita dengar pertengkaran antar warga masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan pemahaman tentang beragama. Sebagai contoh, terjadinya pengusiran warga yang dianggap memeluk aliran sesat pada suatu daerah atau pelarangan pendirian tempat ibadah pada suatu daerah yang didominasi oleh masyarakat tertentu.

Beberapa masalah tersebut berujung pada masalah sosial kemasyarakatan seperti pertengkaran antar warga yang mengatas-namakan agama, sehingga mengganggu ketentraman dan kerukunan antar umat beragama. Anak – anak, wanita dan orang tua dapat menjadi korban karena diliputi rasa ketakutan. Tentu saja hal tersebut akan menghambat aktifitas warga bahkan pergerakan perekonomian masyarakat sekitar apabila dibiarkan terus menerus.

Sebenarnya masalah tersebut dapat diminimalisir apabila setiap pemeluk agama dalam masyarakat dapat memahami bahwa hakekat agama adalah untuk membawa ketenangan dan kedamaian hidup manusia. Sehingga tidak benar jika agama merupakan penyebab pertengkaran ataupun kekerasan yang terjadi antar warga. Apabila ada hal yang salah, bukan agama yang salah akan tetapi orang yang melaksanakannya lah yang salah, baik salah dalam memahami ataupun salah dalam melaksanakannya.

Untuk itu, diperlukan peran tokoh – tokoh keagamaan untuk dapat lebih arif dan bijaksana untuk mengarahkan kelompoknya dalam menyikapi masalah – masalah tertentu. Peran tokoh agama merupakan peran utama, karena dalam beragama khususnya di Indonesia, masyarakat Indonesia bersifat fanatic kepada mereka. Masyarakat sangat menghargai dan percaya kepada tokoh – tokoh tersebut. Selain itu diperlukan kesadaran masyarakat secara umum bahwa kekerasan bukanlah penyelesaian dari suatu masalah. Tidak ada masalah yang tidak dapat di bicarakan, sehingga lebih diperlukan pengertian dan toleransi yang tinggi sehingga dapat berdiskusi dan mencari solusi masalah keagamaan yang terbaik dengan “kepala dingin”. Dengan demikian toleransi dan kerukunan umat beragama tetap terpelihara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: