Aku ya aku… Kamu ya kamu…

(Tema : Masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan)

Oleh Diah E

 

“Gotong royong”, mungkin menjadi salah satu kata yang maknanya saat ini jarang kita temui di lingkungan masyarakat perkotaan. Entah sudah berapa lama kata tersebut menjadi kabur dan tampaknnya hanya menjadi wacana semata. Kesibukan dan rutinitas masyarakat kota sehari hari, kemacetan lalu lintas, dan lainnya telah menghabiskan waktu bagi masyarakat kota untuk saling berinteraksi dengan tetangga satu sama lainnya. Hal inilah yang semakin lama semakin mempertinggi sifat egois masyarakat perkotaan. Hubungan antar tetangga menjadi jauh, bahkan ada yang tidak saling mengenal.

Bukan hanya dalam hal bersilaturahmi, dalam hal lain seperti membantu tetangga yang memiliki hajat dengan memberikan sumbang tenaga dan waktu tampaknya sudah tidak jamannya dilakukan lagi bagi masyarakat perkotaan dan dipersimple dengan memberikan sumbangan kepada sang pemilik hajat. Sang pemilik hajatpun saat ini tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sehingga hal – hal tersebut bagi masyarakat kota saat ini menjadi hal yang biasa, bahkan mereka tidak peduli “aku ya aku, kamu ya kamu..” sepertinya hal tersebut tepat untuk mencerminkan kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat perkotaan. Orang lebih suka hidup mandiri dengan seluruh aktifitas sehari – hari dan tidak peduli dengan yang dilakukan orang lain diluar yang penting saling menghargai.

Berbeda dengan masyarakat perkotaan, pada masyarakat pedesaan toleransi dan kebersamaan masih sangat kental terasa. Bahknan tetangga yang berkilo – kilo jaraknya dapat saling mengenal. Mereka saling membantu memberikan tenaga dan waktunya dan segala yang mereka miliki dan dapat diberikan kepada tetangga yang memiliki hajat.

Perbedaan tersebut seharusnya tidak terjadi. Karena bagaimanapun tetangga adalah saudara terdekat kita. Seharusnya masyarakat perkotaan dapat tetap menjaga hubungan sosial dengan lingkungan sekitar ditengah kesibukan dan kemacetan yang dialami dengan rutin menyempatkan waktu untuk mengikuti acara kebersamaan, saling berkunjung ataupun menjalin silaturahmi lainnya sehingga kebersamaan dapat tetap terjaga dan egoisme dapat ditekan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: