MALING AYAM VERSUS KORUPTOR

(Tema : Pelapisan social dan kesamaan drajat)

oleh Diah E

Sering dijumpai beberapa berita di media massa, bahwa seorang maling ayam tertangkap dan dikenai hukuman penjara selama beberapa tahun. Padahal sang maling mengaku terpaksa mencuri ayam untuk makan keluarganya yang benar – benar miskin. Alangkah malang nasib sang maling, jika kita bandingkan dengan kasus korupsi yang saat ini masih hangat dalam perbincangan masyarakat.

Seperti yang sering dilihat di televisi bahwa seorang koruptor mendapat hukuman penjara yang mungkin hampir sama lamanya dengan sang maling ayam. Namun, sangat kontras jika kita lihat nilai uang yang diambil. Hal tersebut tentu dirasakan sangat tidak adil.

Sang maling ayam yang bisanya berasal dari masyarakat kelas miskin, tidak mampu membayar pengacara untuk membelanya. Bagaimana membayar pengacara, untuk makan saja sang maling harus mencuri. Sedangkan sang koruptor yang umumnya berasal dari golongan mampu, dapat dengan leluasa memilih pengacara terbaik menurutnya sehingga dapat membelanya dan menekan jumlah hukuman yang diperoleh.

Perbedaan lapisan sosial ini menyebabkan masyarakat miskin menjadi semakin berada di bawah, bahkan didalam hukum yang sifatnya adil bagi seluruh masyarakat Indonesia. Bukan hanya bidang hukum, kadang dalam pelayanan kesehatan masyarakat golongan bawah juga mendapatkan perlakuan diskriminasi. Biasanya masyarakat yang lebih mampu membayar mendapat pelayanan lebih dahulu dibanding masyarakat bawah.

Untuk itu, perlu peran pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, serta perlu kesadaran masyarakat untuk dapat saling berbagi dan membantu sehingga tidak ada lagi perbedaan drajat dalam masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: